Nov 04, 2026
Business

Lucy Pasha-Robinson Serukan Larangan Kacang di Pesawat demi Keselamatan Penumpang Alergi

London — Seruan pelarangan kacang di dalam kabin pesawat kembali mengemuka setelah Lucy Pasha-Robinson, asisten editor opini The Guardian, membagikan penga

Lucy Pasha-Robinson Serukan Larangan Kacang di Pesawat demi Keselamatan Penumpang Alergi

London — Seruan pelarangan kacang di dalam kabin pesawat kembali mengemuka setelah Lucy Pasha-Robinson, asisten editor opini The Guardian, membagikan pengalaman pahitnya dalam kolom berjudul "Food allergies when flying are no joke" yang terbit pada 27 Agustus 2026. Ia mendorong maskapai penerbangan untuk melarang total konsumsi kacang di pesawat demi melindungi penumpang dengan alergi makanan parah.

Bagi Lucy, ketakutan terhadap kacang bukan sekadar fobia belaka. Semuanya bermula ketika anak perempuannya yang saat itu baru berusia enam bulan harus dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans setelah memakan selai kacang. Peristiwa itu, kata dia, meninggalkan trauma mendalam yang mengubah cara keluarganya memandang makanan sehari-hari.

"Hanya melihat semangkuk kacang di atas meja bar, atau kulit kacang yang berserakan di trotoar, bisa membuat detak jantung saya meningkat—bahkan ketika saya tidak bersama anak saya," tulis Lucy dalam kolomnya.

Kronologi: Anak Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Konsumsi Selai Kacang

Berikut urutan kejadian yang dialami keluarga Lucy sebagaimana diungkap dalam kolomnya:

  1. Anak perempuan Lucy Pasha-Robinson mengonsumsi selai kacang di usia enam bulan.
  2. Reaksi alergi parah muncul dan anak tersebut harus dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans.
  3. Sejak kejadian itu, keluarga Lucy hidup dengan kewaspadaan tinggi terhadap keberadaan kacang di sekitar mereka.
  4. Ketika berada di dalam pesawat, ketakutan memuncak karena penumpang lain dapat membuka bungkus kacang di kursi sebelah.

Sejak kejadian tersebut, keluarga Lucy harus merencanakan setiap kegiatan dengan sangat cermat. Mulai dari memilih restoran, menghadiri pesta, hingga memesan tiket pesawat, semuanya kini mempertimbangkan risiko paparan kacang. Kondisi ini, menurut Lucy, kerap dianggap remeh oleh orang-orang yang tidak memiliki alergi.

Lucy menegaskan bahwa momen paling menegangkan adalah ketika berada di ketinggian 30.000 kaki atau sekitar 9.144 meter, terutama saat jutaan penumpang kembali dari liburan musim panas. Menurut dia, bepergian bersama anak dengan alergi parah adalah mimpi buruk dari berbagai sisi. Gagasan duduk bersebelahan dengan penumpang yang mengonsumsi zat yang pernah membuat anaknya dirawat di rumah sakit, kata Lucy, adalah bentuk siksaan tersendiri.

Seruan Larangan Kacang dan Perdebatan yang Mengikutinya

Dalam kolomnya, Lucy menyerukan larangan kacang di pesawat dengan argumen bahwa penyandang alergi harus bisa bepergian tanpa rasa takut. "Masyarakat yang berbelas kasih seharusnya menghormati hal itu," tegasnya. Seruan ini menambah panjang daftar desakan kelompok advokasi alergi yang selama ini menuntut maskapai menerapkan kebijakan bebas kacang di kabin.

Namun, seruan tersebut tidak lepas dari perdebatan. Sebagian pengamat penerbangan menilai larangan kacang di pesawat sulit diterapkan secara menyeluruh karena penumpang bebas membawa makanan sendiri ke dalam kabin. Sementara itu, sejumlah ahli alergi menilai partikel alergen dapat menyebar melalui sistem sirkulasi udara kabin, sehingga larangan total belum tentu menjamin keamanan penumpang yang sangat sensitif. Risiko utama justru berasal dari kontak langsung dengan sisa kacang di permukaan seperti meja tray dan sandaran kursi.

Di sisi lain, para pendukung pelarangan berpendapat bahwa kebijakan ini setidaknya mengurangi risiko paparan dan menunjukkan kepedulian maskapai terhadap penumpang rentan. Beberapa maskapai di berbagai negara memang telah lama menerapkan kebijakan bebas kacang atau memberikan pengumuman khusus ketika terdapat penumpang alergi di dalam penerbangan.

Fakta Seputar Alergi Kacang yang Perlu Diketahui

  • Alergi kacang merupakan salah satu alergi makanan paling umum dan berpotensi memicu anafilaksis, reaksi yang mengancam nyawa.
  • Reaksi anafilaksis dapat muncul dalam hitungan menit setelah terpapar alergen, ditandai kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, hingga penurunan tekanan darah drastis.
  • Kabin pesawat merupakan ruang tertutup dengan sirkulasi udara bersama, sehingga paparan alergen di dalamnya sulit dihindari oleh penumpang lain.
  • Penanganan darurat alergi di pesawat terbatas, umumnya hanya mengandalkan kotak pertolongan pertama dan obat antihistamin.

Publik Diajak Menyampaikan Pendapat

Di akhir kolomnya, Lucy mengajak pembaca menyampaikan pendapat melalui surat pembaca dengan batas maksimal 300 kata untuk dipertimbangkan dimuat di rubrik letters The Guardian. Langkah ini menunjukkan isu alergi makanan di pesawat tengah menjadi perhatian publik, terutama di Inggris yang sedang memasuki musim puncak perjalanan liburan.

Kisah Lucy menjadi pengingat bahwa keamanan penumpang dengan kondisi medis khusus adalah tanggung jawab bersama, baik bagi maskapai, regulator penerbangan, maupun sesama penumpang. Terlepas dari pro dan kontra, pesan utamanya jelas: tidak ada seorang pun yang seharusnya merasa terancam hanya karena duduk di kursi pesawat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User

Recommended Posts

Popular Tags

Voting Poll