Harga Diesel Inggris Cetak Rekor Baru Imbas Konflik Iran

Harga bahan bakar diesel di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di seluruh Inggris Raya mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Rata-rata harga eceran

Harga Diesel Inggris Cetak Rekor Baru Imbas Konflik Iran

Harga bahan bakar diesel di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di seluruh Inggris Raya mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Rata-rata harga eceran diesel kini menyentuh angka 199,18 pence per liter, melampaui puncak sebelumnya yang tercatat pada Juni 2022 pasca invasi Rusia ke Ukraina. Kenaikan ini menjadi pukulan telak bagi para pengendara dan pelaku usaha logistik yang selama ini bergantung pada bahan bakar jenis ini.

Melansir laporan terbaru dari sektor energi, lonjakan harga ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran, menjadi pemicu utama yang membuat pasar energi global kembali bergejolak. Ancaman terhadap jalur pelayaran minyak dan gas di Selat Hormuz telah menciptakan ketidakpastian pasokan yang signifikan.

Kronologi Lonjakan Harga dan Penolakan Kesepakatan Damai

Rangkaian peristiwa yang berujung pada rekor harga diesel ini dapat ditelusuri melalui beberapa momen krusial berikut:

  1. Puncak Historis Sebelumnya (Juni 2022): Harga diesel sempat menyentuh 199,09 pence per liter setelah invasi Rusia ke Ukraina mengacaukan rantai pasok energi Eropa. Saat itu, pasar masih belum pulih sepenuhnya dari guncangan tersebut.
  2. Eskalasi Konflik Timur Tengah (September 2026): Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memanas. Iran mengajukan proposal gencatan senjata selama tujuh hari sebagai upaya membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz yang sempat terhambat.
  3. Penolakan Donald Trump (26 September 2026): Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menolak proposal perdamaian tersebut. Penolakan ini langsung memicu kekhawatiran pasar akan gangguan pasokan minyak mentah dan gas dari kawasan Teluk.
  4. Rekor Baru Tercapai (28 September 2026): Rata-rata harga diesel di SPBU Inggris resmi menembus 199,18 pence per liter, mengalahkan rekor sebelumnya. Analis memperkirakan harga berpotensi menembus batas psikologis £2 per liter dalam waktu dekat.

Dampak bagi Konsumen dan Sektor Logistik

Kenaikan harga diesel ini berdampak langsung pada biaya operasional transportasi darat. Sebagian besar armada truk pengangkut barang di Inggris masih menggunakan mesin diesel, sehingga kenaikan ini akan segera diteruskan ke harga barang konsumsi. Para pengendara pribadi pun diprediksi akan semakin terbebani, terutama mereka yang tinggal di wilayah terpencil seperti Shetland dan Outer Hebrides yang sangat bergantung pada pasokan bahan bakar.

"Ini adalah situasi yang sangat menantang. Ketika harga diesel melampaui batas toleransi, seluruh rantai pasok ekonomi akan ikut terdampak. Pemerintah perlu segera mengambil langkah mitigasi," ujar seorang analis energi yang memantau pergerakan harga bahan bakar di Inggris.

Meskipun harga bensin juga mengalami kenaikan, lonjakan pada diesel jauh lebih signifikan karena faktor permintaan industri yang tetap tinggi. Pasar energi global kini menanti respons lebih lanjut dari pemerintah Inggris dan negara-negara Eropa lainnya untuk meredam gejolak harga ini.

  • Rekor Harga: 199,18 pence per liter (28 September 2026).
  • Pemicu Utama: Penolakan AS atas proposal damai Iran terkait Selat Hormuz.
  • Dampak: Potensi kenaikan biaya transportasi dan harga barang konsumsi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User