Nov 04, 2026
World

NEW DELHI — KTT BRICS Bahas Penguatan Ekonomi dan Konflik Global

Para pemimpin negara-negara anggota aliansi BRICS kembali berkumpul di New Delhi, India, dalam sebuah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) strategis yang digela

NEW DELHI — KTT BRICS Bahas Penguatan Ekonomi dan Konflik Global

Para pemimpin negara-negara anggota aliansi BRICS kembali berkumpul di New Delhi, India, dalam sebuah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) strategis yang digelar di tengah dinamika geopolitik internasional yang kian memanas. Pertemuan tingkat tinggi ini difokuskan pada penguatan kerja sama perdagangan multilateral, perluasan integrasi investasi lintas batas, serta perumusan resolusi bersama atas serangkaian eskalasi konflik bersenjata dan ketegangan struktural dengan Amerika Serikat.

KTT New Delhi menjadi panggung krusial bagi kelompok ekonomi berkembang tersebut untuk memperkuat posisinya sebagai representasi utama kelompok Global South. Di tengah ketidakpastian tata kelola global dan polarisasi blok Barat, BRICS berupaya menawarkan alternatif arsitektur ekonomi yang lebih inklusif dan tidak bergantung pada hegemoni kekuatan tunggal.

Kronologi dan Agenda Strategis KTT New Delhi

Rangkaian agenda pertemuan para kepala negara dan delegasi tingkat tinggi ini disusun untuk merespons krisis ekonomi kontemporer melalui tahapan pembahasan terstruktur:

  1. Sesi Pembukaan dan Penyelarasan Visi: Penegasan komitmen bersama terhadap multilateralisme sejati dan penolakan unilateralisme ekonomi dalam perdagangan internasional.
  2. Konsolidasi Finansial dan Mata Uang Lokal: Pembahasan intensif mengenai mekanisme penyelesaian transaksi perdagangan non-dolar serta optimalisasi New Development Bank (NDB).
  3. Dialog Geopolitik dan Resolusi Perdamaian: Diskusi tertutup mengenai posisi kolektif terkait perang di Eropa Timur dan Timur Tengah yang berdampak langsung pada stabilitas rantai pasok energi dunia.
"BRICS memegang tanggung jawab historis untuk tidak hanya menjadi penyeimbang, tetapi juga arsitek utama dalam menata ulang sistem tata kelola global yang lebih adil bagi negara-negara berkembang," tegas koresponden internasional Navodita Kumari dalam laporannya.

Navigasi Ketegangan dengan Washington dan De-dolarisasi

Fokus utama delegasi dalam pertemuan ini tertuju pada perlawanan terhadap tekanan sanksi sepihak dan proteksionisme ekonomi yang diprakarsai oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Ketergantungan terhadap mata uang dolar AS dinilai semakin berisiko bagi kedaulatan fiskal negara berkembang, terutama saat kebijakan moneter negara barat memicu volatilitas likuiditas global.

Sebagai langkah mitigasi konkret, negara-negara anggota menyepakati beberapa poin strategis berikut:

  • Peningkatan Perdagangan Mata Uang Lokal: Mendorong penggunaan mata uang domestik anggota dalam transaksi bilateral untuk memangkas biaya konversi dan risiko sanksi.
  • Ketahanan Logistik dan Pangan: Membangun koridor transportasi dan distribusi mandiri guna menjamin kelancaran pasokan komoditas vital tanpa hambatan embargo.
  • Kemitraan Transfer Teknologi: Membuka akses riset bersama di sektor energi terbarukan, kecerdasan buatan, dan infrastruktur digital.

Menyeimbangkan Posisi di Tengah Polarisasi Global

India sebagai tuan rumah memainkan peran diplomatik yang sangat signifikan sebagai jembatan penyeimbang. Kendati menjalin kemitraan strategis dengan negara-negara Barat, New Delhi tetap konsisten menempatkan BRICS sebagai instrumen utama untuk mengartikulasikan kepentingan negara berkembang di pentas dunia.

Melalui konsensus KTT New Delhi ini, BRICS membuktikan kapasitas institusionalnya untuk tetap solid di tengah ujian konflik global, sekaligus menegaskan arah baru menuju tatanan dunia multipolar yang lebih berkeadilan bagi seluruh kawasan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User

Recommended Posts

Popular Tags

Voting Poll